TRIK MEMILIH JURUSAN SAAT KELAS 12

Bagi teman-teman yang saat ini sudah berada di tingkat teratas SMA sederajat, pasti sekarang sedang bingung untuk memilih jurusan kuliah nanti. Beberapa mungkin sudah mempersiapkan dari jauh-jauh hari, namun mungkin saja ada yang saat ini masih belum ada gambaran sama sekali mau ambil jurusan apa.
Tentunya bukan hal yang mudah, karena hal ini sangat penting untuk membawa kemana karir/kehidupan kita nantinya. Ditambah dengan input sana-sini baik dari teman-teman, masyarakat, ataupun orangtua kita. Faktor-faktor seperti ini sangatlah berperan bagaimana keputusan tentang jurusan kuliah yang akan diambil.
Sayapun juga pernah ada di posisi ini sekitar sebelas atau dua belas tahun lalu ketika saya masih di kelas 3 SMA (atau sekarang lebih dikenal dengan kelas dua belas). Sedikit cerita, saya dulu bersekolah di sekolah swasta favorit di Bekasi Timur dengan pemilihan jurusan IPA. Jujur saja, saya masuk IPA juga bukan karena keinginan saya 100%.
Saya adalah anak terakhir dari tiga bersaudara dan kakak-kakak saya keduanya jurusan IPS. Akhirnya singkat kata demi memenuhi ekspektasi orangtua saya (dan kebetulan nilai saya juga mencukupi), sayapun masuk IPA. Ketika menjalaninya, ternyata saya tidak terlalu menemui passion saya terkait mata-mata pelajarannya.

Saat saya di kelas 12, kebingungan dalam memilih jurusan semakin menjadi-jadi. Selama mengikuti program-program konseling yang diadakan sekolah, hasilnya juga masih mengambang. Ada beberapa pilihan jurusan kuliah yang sesuai dengan jurusan IPA seperti kedokteran umum/gigi, teknik industri, elektro maupun kimia, teknologi pangan dsb. Saya sempat melirik jurusan kedokteran gigi, namun ternyata dana kuliah yang dibutuhkan cukup besar. Sampai akhirnya setelah melalui berbagai pencarian, akhirnya saya mantap memilih jurusan Psikologi.
Berangkat dari pengalaman saya, ada beberapa tips-tips yang bisa saya bagikan kepada teman-teman yang saat ini masih bingung memilih jurusan kuliah.
1. Kenalilah Passion Kamu dalam Suatu Bidang/Mata Pelajaran
Dari sekian banyak mata pelajaran yang kamu ikuti, tidak mungkin kan kamu sukai atau minati semua. Namun, sebagian kecilnya pasti ada yang membuat kita tertarik dan senang saat mengikutinya.
Kalau saya memang tidak suka dengan mata pelajaran kimia dan fisika, namun minat saya cukup baik di mata pelajaran Matematika dan Biologi. Atau adakah teman-teman yang memiliki minat di luar mata-mata pelajaran yang dipelajari di sekolah? Misalnya dari jurusan IPA tertarik dengan ilmu Akuntasi atau Manajemen? Atau ingin mengambil jurusan Pendidikan Guru Olahraga? Atau Musik? Fotografi? Broadcast? Ya monggo silahkan saja asalkan dipirkirkan dan pertimbangkan dengan matang-matang.
2. Buatlah Daftar dari Beberapa Jurusan Kuliah yang Kamu Minati dan Pilihlah Universitas-Universitas Terbaik
Sebelum membuat daftar jurusan-jurusan yang diminati, ada baiknya kamu mencari literatur atau sumber yang lengkap mengenai jurusan-jurusan kuliah apa saja yang ada di Indonesia/Luar Negeri. Tentunya ini akan membantu kamu dalam membuat daftar jurusan apa yang akan kamu pilih (tentunya yang sesuai dengan minat ya).
Setelah itu buatlah daftar-daftar jurusannya yang kamu minati, akan lebih baik lagi kalau kamu tahu universitas mana saja yang mengadakan jurusan tersebut. Tidak perlu terlalu banyak karena hanya membuat kamu pusing memilih, pilih saja sekitar 4-5 jurusan kuliah.
Jangan lupa juga untuk membuat daftar prioritas dari jurusan-jurusan tersebut. Pada tahap ini, tempatkan jurusan yang paling kamu minati pada urutan pertama, yang benar-benar sesuai pilihan hati kamu. Setelahnya baru kamu tulis jurusan-jurusan lainnya yang bisa jadi alternatif. Seperti yang sudah saya ceritakan sedikit di atas, dulu saya buat daftar prioritas untuk jurusan kedokteran gigi, lalu setelahnya ada jurusan psikologi, lalu jurusan-jurusan lainnya.
3. Pahamilah Kemampuan atau Kapasitas Diri Sendiri
Nah ini juga adalah tahapan yang cukup penting ya. Sebab, seberapa besarpun minat kita pada suatu jurusan tetap harus disesuaikan dengan kapasitas/kemampuan kamu ataupun orangtua kita yang menjadi penyokong biaya kuliah nantinya. Saya dulu ingin sekali mengambil jurusan kuliah kedokteran gigi, namun karena biayanya untuk jurusan tersebut cukup besar akhirnya saya mengambil alternatif lainnya yakni psikologi, dan saya pun sampai sekarang tidak pernah menyesal. Namun, kurangnya saya pada saat itu adalah tidak mengejar program beasiswa untuk jurusan ini.
Jadi sebenarnya teman-teman juga tidak perlu bersedih dulu karena perihal biaya, karena sekarang banyak sekali program-program beasiswa dari pemerintah ataupun yayasan independen yang membiayai seluruh keperluan kuliah.
Tidak hanya mengenai biaya, namun bisa juga mengenai kapasitas dari dalam diri kamu sendiri. Kalau kamu misalnya memilih jurusan Desain grafis, apakah kamu benar-benar memiliki kemampuan yang baik untuk menggambar? Coba kamu tanya kepada diri kamu terlebih dahulu bagaimana pencapaian/nilai-nilai kamu yang berhubungan dengan jurusan tersebut. Contohnya lagi ya, misalnya kamu tertarik untuk ambil jurusan Teknik Industri.
Jurusan ini membutuhkan dasar kemampuan matematika dan fisika yang kuat, tentunya nilai-nilai kamu semasa sekolah juga harus mendukung pemilihan jurusan yang kamu inginkan. Hal ini penting karena belajar semasa kuliah dengan intens selama kurang lebih empat tahun itu juga penuh tantangan. Jadi, kamu juga harus punya bekal ilmu yang kuat untuk support kamu selama kuliah nantinya.
4. Cari Tahu dari Berbagai Sumber Mengenai Program Studi yang Akan Dijalani Nantinya
Apabila kamu sudah menaruh minat pada suatu jurusan, kamu juga harus cari tahu mengenai program studi yang akan dijalani nantinya. Untuk sumber kamu bisa cari dengan berbagai cara. Mulai dari internet, tanya atau datangi langsung ke universitas yang dimaksud, atau bisa juga bertanya kepada alumni atau mahasiswa yang masih kuliah di jurusan tersebut.
Ketika saya melirik program studi Psikologi, saya sendiri lebih suka bertanya langsung dengan kenalan saya yang merupakan alumni ataupun mahasiswa. Awalnya saya pikir bahwa jurusan Psikologi hanya mempelajari tentang kejiwaan dan kebanyakan teori saja, namun ternyata banyak memakai statistik dan prinsip matematika yang kuat juga.
Dengan mencari tahu program studi yang akan dijalani nantinya, kamu akan dapat gambaran yang jelas dan bisa mempersiapkan diri juga untuk menghadapi program studi tersebut.
5. Pertimbangkan Pilihan Karir yang Tersedia dari Lulusan Jurusan Tersebut
"Kalau kamu sudah lulus, kamu mau kerja jadi apa?" Pertanyaan seperti ini memang sangat mendasar dan pastinya ditanyakan oleh orang-orang terdekat kita saat mendiskusikan hal ini. Tidak dipungkiri, pertanyaan ini memang cukup penting karena kamu harus punya gambaran akan bekerja sebagai apa kamu nantinya.
Misalnya, kalau lulusan Teknologi Pangan bisa bekerja di pabrik makakan di bagian Quality Control, lulusan Psikologi bisa bekerja di HRD ataupun konsultan training, lulusan Akuntansi atau Ekonomi bisa bekerja di bidang perbankan ataupun bagian finance & accounting, atau misalnya kamu mau independen fokus menulis buku setelah lulus dari jurusan Sastra. 
Kalau misalnya kamu belum ada gambaran, saya sarankan untuk cari tahu lebih lanjut lagi. Karena memang ada jurusan tertentu yang lulusannya banyak dibutuhkan, namun ada juga yang cukup sedikit bidang kerja yang sesuai nantinya. Tidak sedikit pula yang bekerja di bidang tertentu namun tidak seusai dengan latar pendididikannya.
Alhasil mesti belajar lagi benar-benar dari nol. Hal ini bisa diantisipasi dari awal kalau kamu benar-benar tahu kamu bidang apa yang akan kamu tekuni atau kerjakan nantinya apabila memilih jurusan kuliah.
6. Diskusikanlah dengan Orang-orang Terdekat Kamu Mengenai Jurusan yang Akan Kamu Ambil
Selain keinginan pribadi, tentunya restu dari orangtua/wali sebagai penyokong biaya kuliah sangatlah penting. Jadi pada akhirnya jurusan yang akan kamu ambil nantinya harus win-win solution. 
Walaupun kamu memilih jurusan yang awalnya tidak begitu disetujui, tapi kalau kamu menjalani semua tahapan-tahapan di atas, tentunya hal ini juga akan dipertimbangkan kembali oleh orangtua kalian. Sebab, pada akhirnya kalian juga yang akan menjalani perkuliahan nantinya. Ingat, harus win-win solution ya :)
7. Persiapkan Diri Kalian dengan Sebaik-baiknya
Setelah melalui tahapan-tahapan di atas, kamu harusnnya sudah merasa lebih lega karena yang harus kamu lakukan adalah tinggal memfokuskan diri kalian untuk tes penerimaan mahasiswa baru.
Tetaplah mencari informasi yang up to date dan terpercaya. Ikutlah bimbingan belajar yang terbaik, apakah kamu mau ambil alih program atau sejalur dengan jurusan sekolah kamu. Sisanya, tetap harus rajin ibadah dan berdoa supaya diberikan kelancaran.
Bagaimana apakah sudah cukup membantu? Saya harap dengan sedikit berbagi dari pengalaman pribadi saya, artikel ini cukup bisa memberikan pencerahan bagi teman-teman yang membutuhkannya.
Sekali lagi, pilihlah jurusan kuliah kamu dengan bijak dan sudah dipikirkan matang-matang, dan tentunya dengan persetujuan orang-orang terdekat juga yah. Bagi yang ingin menambahkan tips-tipsnya, saya terbuka sekali dengan masukan dari teman-teman semuanya. Terima kasih.

Comments

Post a Comment